Masyarakat adat suku Awyu tolak masuknya perusahaan sawit

  • Whatsapp
Batas-batas hutan yang telah dibuka dan akan dibuka untuk penanaman kelapa sawit di area konsesi milik PT Papua Agro Lestari, anak usaha Korindo Group, di Kabupaten Merauke, Provinsi Papua. Foto diambil 2016. FOTO/Dokumentasi Yayasan Pusaka

Nabire, Bumiofinavandu – Masyarakat adat suku Awyu Kabupaten Boven Digul menolak kehadiran beberapa perusahaan investasi sawit di daerah itu.    Kepala Suku Awyu, Egidius P Suam mengatakan, sukunya menolak dengan tegas kehadiran beberapa perusahaan sawit di wilayah hak ulayatnya. Hal itu lantaran ia dan masyarakatnya tidak menginginkan hutannya rusak, sebab hutan adalah tempat mencari makan bagi sukunya.   

“Kami dengan tegas menolak, sebab hutan itu tempat kami cari makan dan berkebun. Ada pohon sagu di sana, kalau di hancurkan pasti anak cucu kami akan kelaparan dan 20 tahun kedepan manusia dan hutan akan punah,” kata Suam via selulernya beberapa waktu lalu.   

Bacaan Lainnya

Menurutnya, sebagai kepala suku, ia juga tidak sepakat dengan cara masuknya perusahaan sawit. Sebab mereka (perusahaan) tidak melalui lembaga adat, kepala suku atau pemilik hal ulayat. Akan tetapi, perusahaan masuk melalui oknum yang mengatas namakan pemilik hal ulayat dengan cara-cara tidak terpuji.    Belum lagi kata Suam, yang menjadi korban saat ini adalah suku Awuyu. Dan cara perusahaan masuk di lahan tidak beretika, yakni masuk kerja dulu kemudian urusannya belakangan.   

“Kami tolak, sebab saya prediksi 20 tahun kedepan manusia dan hutan semua akan punah. tidak ada sopan santu, tidak permisi tapi kerja dulu baru bicara,” tutur Suam.   

Lanjutnya, contoh lain yang tidak beretika adalah seperti PT. Indo Asiana Lestari, yang pernah menyampaikan visi misi kepada masyarakat namun tidak diizinkan untuk menanggapi, masyarakat dilarang bertanya, protes atau menolak.    Padahal, seharusnya menurut Suam, orang Indonesia ini memiliki etika. Bahwa ini adalah tanah dan hak ulayat suku Awyu, sehingga bila masuk perusahaan harus ada koordinasi, minta permisa, boleh atau tidak lahan digunakan. Namun perusahaan tersebut sama sekali tidak menghargai pemilik hal ulayat.   

“Dalam sosialisasi menggunakan system kekerasan. Kami tidak boleh melawan, kalau melawan eksekusi mati. Ini yang bilang adalah perwakilan perusahaan dalam mediasi, dia juga mantan anggota Polri yang suka pakai kekerasan. Dia juga manager perusahaan, dia mantan polisi sedangkan bos besarnya itu orang malaisia. Jadi saya mau bilang bahwa kami tolak, titik,” tuturnya.   

Pemerhati lingkungan Boven Digul, Vincent Karowa, mengatakan lahan-lahan sudah dipatok sejak Tahun 2012, 2013, hingga 2017 dan ada pula yang tidak. dan keseluruhan luas lahan adalah PT. Korindo menguasai 81.246 hektar perkebunan kelapa sawit dan konsesi HPH seluas 462.600 hektar. PT. Menara Group menguasai 280.000 hektare perkbunan kelapa sawit serta PT. Merauke Rayon Jaya menguasai 206.800 hektar untuk HTI. Selain itu ada juga PT. Indo Asiana Lestari, PT. Graha Kencana Mulia; PT. Kartika Cipta Pratama; PT. Megakarya Jaya Raya seluas areal 39.190 ha.   

Selain tumpang tindih area, terdapat beberapa izin yang sampai saat ini belum jelas. Misalnya amdal, Izin Usaha Perkebunan, izin Pelepasan Kawasan Hutan, Hak Guna Usaha, laporan Berkala perkembangan kemajuan kegiatan setiap tiga bulan sekali.   

“Kami sudah memiliki beberapa data. Dan bahkan ada beberapa perusahaan yang izinnya sudah dicabut oleh Pemda,” kat Karowa.   

Menurutnya ayah satu anak ini, semenjak masuknya perusahaan masyarakat tidak tahu menahu terutama pemilik hak ulayat. Sedangkan, perusahaan melalui beberapa oknum yang mengatas namakan suku dan warga dan difasilitasi perusahaan untuk mengkalin diri sebagai pemilik hal ulayat.   

“Makanya pemilik hal ulayat dengan tegas menolak masuknya perusahaan untuk beraktifitas, mengingat hutan sebagai sumber penghidupan masyarakat setempat. Dan kedua adalah pemilik hal ulayat ingin bertemu perusahaan dan bukan oknum yang mengatas namakan, soal apakah diterima atau tidak itu urusan nanti,” tutur Karowa.(Red)

Pos terkait

PHP Dev Cloud Hosting

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.