20 Tahun Otsus, Mama-mama pedagang Papua belum sejahtera

  • Whatsapp
Mama-mama pedagang OAP dan dagangannya di Pasar Central Kalibobo Nabire – Bumiofinavandu.
Nabire, Bumiofinavandu – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nabire, serahusnya memperhatikan dan memprioritaskan keberpihakan terhadap ekonomi Orang Asli Papua (OAP) di Nabire. mengingat, amanat UU Otonomi Khusus Tahun 2001 (Otsus), sudah 20 Tahun diberikan Pemerintah pusat guna mensejahterakan OAP. 

“Karena sebagian dana Otsus dialokasikan khusus untuk pembangunan OAP, baik melalui UMKM, Koperasi, dan pasar khusus mama-mama pedagang dan semua orang asli Papua,” ujar Mikael Kudiai, juru bicara Asosiasi Pedagang Asli Papua (APAP) Nabire, Kamis (29/10/2020). 

Namun kenyataannya kata Kudiai, Otsus yang akan dievaluasi lagi pada Tahun 2021 nanti, belum dapat mensejahterahkan OAP dan mama-mama pedagang asli Papua. kenyataannya masyarakat pribumi masih terbelakang secara ekonomi. 

Bacaan Lainnya

Pasar-pasar central juga masih dikuasai oleh pedagang non Papua, OAP tersingkir secara ekonomi karena dianggap tidak produktif. Mama-mama Papua masih dan terus berjualan di pinggir-pinggir jalan, emperan toko dan sebagainya dengan beralaskan karung seadanya. 

“Lihat saja, Pemkab Nabire sering kali berjanji untuk bangun pasar bagi mama-mama. Tetapi sampai saat ini belum ada. Bahkan untuk seluruh Papua, Pemprov dan Pemkab selalu bilang kalau pusat berikan uang tetapi kebijakan dan wewenang tidak diberikan. jadi tidak tau kita mau percaya nama yang mana,” katanya. 

Saat ini menurut ayah satu anak itu, Kondisi rill OAP terutama mama-mama pedagang asli Papua masih sangat prihatin. Mereka masih terpinggir dan terbelakang jika dibandingkan dengan orang non Papua. 

Selama ini, pandangan (perspektif) pemerintah dan masyarakat secara umum adalah karena kesalahannya sendiri. mereka (mama-mama) dipandang sebelah mata dan dilihat dari sisi mama-mama sewa tempat di pasar, hanya ingin cepat jadi dan dibeli di pinggir-pinggir jalan, kurang berpendidikan dan pengetahuan, dan lain-lain. 

Mama-mama pedagang asli Papua dan OAP secara umum dianggap sangat tidak produktif. Ketergantungan dibuat secara struktural oleh pemerintah pusat lewat dana-dana Otsus yang membuat orang Papua tidak produktif. 

“Lihat saja, kondisi mama-mama pedagang asli Papua di Pasar central Karang Tumaritis, Pasar central Oyehe, Pasar central Kalibobo sangat memprihatinkan. Bupati ganti bupati masih belum mampu mengubah kondisi ekonomi mama-mama pedagang asli Papua,” tuturnya. 

Lanjut Dia, banyaknya pasar central tak mengurangi semangat munculnya pasar-pasar kaget di mana-mana. namun, hadirnya pasar kaget sebagai alternative dan bentuk ketidakperhatian pemerintah terhadap kondisi OAP. Sebab pasar yang dibangun tidak ada keberpihakan untuk pedagang OAP dan merekapun mencari alternatife. 

Tetapi pasar yang dibangun dan dikelolah BUMD tidak kontekstual. Mama-mama tidak mampu dipaksakan harus sama seperti pedagang-pedagang lainnya. hal ini yang harus dipahami. 

Hari ini, dimana-mana pedagang OAP berjualan di terminal, dekat tumpukan sampah, dan di tempat yang berdebu. Karena mereka tidak mendapatkan hak dan prioritas yang sama dengan banyak pedagang pada umumnya. Ini membuat ekonomi OAP tersinggir dan dan tertindas di tanahnya sendiri dengan memunculkan pasar-pasar kaget. 

Sama halnya dengan sektor koperasi dan UMKM. Sistem pengelolahan koperasi yang modern dan pengembangan UMKM tidak ada bimbingan, pembinaan, dan pelatihan buat mama-mama pedagang asli Papua dan secara umum OAP dan belum berpihak. 

“Saya kurang sepebdapat bila saat ini, Nabire yang akan selenggarakan Pilkada. Calon turun kemana-mana dan pasar, buat jani sana sini padahal dari pemilu ke pemilu selalu berjanji. Tolong jangan janji kalau tidak ditepati. Kalau mau bangun pasar, cari tau appa yang mereka inginkan dan jangan dipaksanak,” lanjut Kuhiai. 

Pendiri APAP, Roberta Muyapa menambahkan, dengan kondisi yang kami rasaakan denganmama-mama papua ddi pasar. Maka mewakili pedangan mama-mama Papua di Nabire, ada dua pernyataan sikap yang ingin disampaikan. 

Pertama, Pemkab Nabire segera membangun pasar tradisional khusus orang asli Papua. Pasar yang layak khusus buat semua mama-mama dan semua pedagang asli Papua untuk membangun ekonomi mandiri. Kedua, bantuan pengembangan UMKM dan Koperasi untuk mama-mama dan semua pedagang asli Papua harus diprioritaskan. 

“Jangan buat janji kepada mereka. tetapi datang dan cari tau apa persoalannya,” tambah Muyapa.(Red)

Pos terkait

PHP Dev Cloud Hosting

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.