Disdukcapil Nabire akan distribusikan 10.000 KTP ke kelurahan kampung

Sortiran KTP per kelurahan/kampung untuk didistrubusikan – Bumiofinavandu.

Nabire, Bumiofinavandu – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Nabire berencana dalam waktu dekat akan mendistribusikan dokumen berupa KPT, KK atau domumen kependudukan lainnya ke kelurahan dan kampung. 

Menurut Sekretaris Disdukcapil Nabire Barnabas Watofa, terdapat sedikitnya ada 10 ribu KTP yang akan didistribusikan. Jumlah itu terdiri dari 8 ribu KPT sisah di masa kepemimpinan mantan Kepala Disdukcapil. Dan sisahnya 2 ribu di kepemimpinan Kepala Disdukcapil baru, dan merupakan sebagian blangklo KTP dari 15 ribu persediaan blangko di Disdukcapil Nabire. 

Bacaan Lainnya

“Delapan ribu itu sisah dari mantan kepala dinas. Dua ribunya kepada dinas Baru. Paling lambat minggu depan setelah disortir sesuai alamat KPTnya,” ujar Watofa saat ditemui di Nabire, Kamis (22/10/2020). 

Ia menjelaskan, ribuan KPT tersebut merupakan KPT yang sudah direkam oleh namun pemiliknya belum datang untuk mengambil. Sehingga, Disdukcapil akan mengembalikan langsung kepada yang bersangkutan melalui kelurahan atau kampung. Sehingga tidak menumpuk di kantor, selain ituu menggampangkan pemilik untuk mendapatkan dukumennya. 

“Nantinya semua didistribusikan langsung ke Distrik sesuai alamat setelah disortir. Dari sanan nanti, distrik akan melanjutkan ke kelurahan dan kampung untuk diteruskan ke RT/RWnya,” jelas Watofa. 

Untuk itu Watofa berharap kepada aparat Distrik, kelurahan dan kampung agar setelah dukumen tiba di tempat agar segera dilanjutkan ke pemilik sesuai alamatnya dan tidak ditampung di kantor. Selait itu, dilarang keras untuk tidak memungut sepersenpun dari warga atas dukumen kependudukannya. Kepada masyarakat, ia meminta agar disaat mengurus dokumen kependudukan di kantor disdukcapil agar harus mengurus sampai tuntas. Setelah itu harus mengambil agar tidak terulang hal seperti ini. 

“untuk petugas kelurahan atau kampung, ingat bahwa dukumen ini sampai langsung bagi. Jangan tamping dan jangan pungut biaya, ini milik masyarakat dan tidak dibayar,” pesan Watofa.(Red)

 

 

PHP Dev Cloud Hosting

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *