Tim medis dan alat di RS Nabire cukup untuk tangani pasien covid, ruangan bermasalah

Direktur RS Nabire, dokter Andreas Pekei ketika memberikan penjelasan kepada jubi di aula sekda Nabire – Bumiofinavandu. 

Nabire, Bumiofinavandu – Direktur RSUD Nabire, dokter Andreas Pekei mengatakan, pelayanan di ruang isolasi penanganan pasien covid-19 cukup memadahi. Yaitu dari peralatan, tenaga medis sangat. 
“RS Nabire sebagai RS rujukan covid sudah lengkap baik alat maupun medis,” kata Pekei kepada usai rapat koordinasi tim sosialisasi penegakan displin covid di aula sekda Nabire. Kamis (8/10/2020). 
Kendalanya saat ini menurutnya dia, pasiem covid terus melonjak. Sementara daya tampung ruang isolasi terbatas, hanya bisa dihuni 16 orang sementara pasien sudah ratusan. 
Sehingga jalan keluarnya adalah menempatkan diruang perawatan, seperti ruangan VIP dan ruangan kelas untuk menampung pasien covid. 
“Karena pasien terpapar sudah banyak maka beberapa ruangan perawatan telah digunakan untuk isolasi,” tuturnya. 
Khusus untuk pasien non covid lanjut Pekei, pihaknya hanya menerima pasien bila keadaannya kritis, pasiem operasi atau melahirkan. 
Sementara pasien dengan penyakit ringan disarankan untuk berobat jalan di puskesmas-puskesmas terdekat. 
“Kalau pasien yang biasa saja jangan ke RS tapi di puskesmas saja. Yang ke RS itu hanya yang butuh infuse, oksigen,” lanjut dia. 
Pertanyaannya ungkap Pekei, andai penderita covid terus meningkat, maka RS Nabire tidak mungkin 100 persen menampung pasien diseluruh ruangan. Mengingat ada layanan lain seperti operasi dan sebagainya. 
Sehingga yang perlu dilakukan saat ini adalah Pasien covid tidak perlu dirawat lama hingga 14 hari. Maka, sesuai pedoman baru maka pasien yang tidak bergejalan cukup dirawat selama 10 hari lalu dipulangkan agar tidak overload (kelebihan) daya tampung. 
“Ini yang akan kami lakukan agar tidak kelebihan daya tamping dan tentunya sesuai revisi pedoman yang baru. Yang penting diisolasi 10 hari dan tidak ada reaksi,” ungkap Pekei. 
Ia sangat menyayangkan isu-isu yang berkemang di masyarakat saat ini bahwa tim covid menjadikan pasies sebagai objek bisnis. 
Ia bilang bahwa ini soal kemanusiaan dan tidak ada proyek-proyek, sebab tim kesehatan bekerja sesuai dengan aturan dan bukan mengada-ada. 
“Apakah yang suka nyiyir dan protes sana sini dan tuduh petugas medis jadikan proyek itu tau kondisi yabg sebenarnya, tau berapa biaya yang dikeluarkan untuk pesien. Tolong, kami sudah tinggaklan keluarga untuk layani pasien covid. Lebih baik semua orang berpikir bagaimana mengerbalikan kesadaran masyarakat untuk kita sama-sama menghentikan covid dengan perlakukan sesuai protokol,,’ uangkap Pekei.(Red)

 

PHP Dev Cloud Hosting

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.