Antusias warga urus KTP di Nabire tinggi

Kadis Disdukcapil Nabire, Yeremias Mote – Bumiofinavandu.TR

Nabire, Bumiofinavandu – Antusias warga di Kabupaten Nabire untuk memiliki dukumen kependudukan, khususnya Kartu Tanda Pendudukn (KTP) sangat tinggi. hal ini dibuktikan dengan 9. 000 keping blangko yang tersedia sejak Januari juli, kini tersisah 2.830 keping per (28/07).

“ada 9.000 blangko KTP yang kita dapat sejak Januri lalu, sekarang sisah 2.000 ribu lebih,” kata Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Nabire, Yeremias Mote di ruang kerjanya. Selasa (29/07/2020).

Bacaan Lainnya

Menurutnya, pengurusan KTP sejak Januari hingga awal maret mencapai 200 pemohon tiap harinya. Namun sempat terhenti dan berkurang pemohon akibat pandemi pada maret hingga april karena tidak efektifnya pelayanan di kantor. Namun setelah itu kembali lagi ramai, dan masuk minggu ketiga Juli hanya berkisar 120 pemohon.

Kini, pelayanan kembali normal namun untuk perekaman dan pengurusan harus diterapkan antrean dan tidak semua orang masuk ke dalam kantor. mengingat, segala kepengurusan dokumen kependudukan tentu harus mengikuti prosedur penanggulangan covid-19.

“Waktu libur atau puncak pandemi itu agak kurang, tapi sekarang sudah normal lagi. Jadi ikut prosedur atau antrian dan tidak bisa semua orang masuk,” ujar Mote.

Ia menjelaskan, rata-rata pemohon pengurusan KTP adalah mereka yang baru lulus SMA. tujuannya selain untuk dokumen, juga persyaratan untuk melanjutkan kuliah. Ada juga untuk melanjutkan karena KTPnya hilang.

“Jadi kesadaran untuk memiliki KTP sangat tinggi, tapi sekali lagi maret sampai april itu memang tidak ada pencetakan dan pemohon juga kurang. Merekakah ini kebanyakan yang mau lanjutkan selokah di luar Nabire,” jelas Mote.

Sehingga, untuk mengantisipasi menipisnya stok blangko TKP, Yeremias mengaku sudah berencana untuk mengajukan sebanyak 15 ribu keping blangko dalam waktu dekat.

Sebab selain untuk memenuhi pemohon KTP, ada juga sekitar 6.000 lebih pemohon yang sudah merekam namun belum sempat mengambil KTPnya. Ini lantaran sudah ada data rekamannya, namun barangnya belum dicetak bahkan pemilik dukumen belum sempat kembali untuk mengecek.

“Ada sekitar 6.000 lebih yang belum ambil TKP, ada belum datang cek. Mungkin juga karena kesibukan. Makanya kita mau ajukan 15 ribu lagi ke kementerian, 6.000 untuk mereka yang sudah perekaman dan sisahnya untuk pemohon yang baru,” terangnya.

Untuk itu lanjut Pekei, pihaknya dalam waktu dekat akan koordinasi dengan Sekda. Kemudian berupaya untuk ke Jakarta mengurus blangko.

“Kami sudah konsultasi dengan pihak pengadaan blangko KTP di Jakarta dan mereka sedang menunggu kami ke sana untuk pengajuan.

Mote berpesan kepada masyarakat agar wajib memiliki KTP. Sebab dokumen ini sangat penting bagi seseorang. Dan selama pengurusan tidak dipungut biaya.

“kami tetap berupaya agar stok blangko selalu tersediah. Sebab ini dokumen yang sangat penting dimiliki setip orang,” harapnya.

Terpisah, seorang warga Ayu Ningtyas mengaku baru lulus dari salah satu SMA di Nabire. Ia sudah mengurus KTP lantaran hendak ke luar Papua untuk melanjutkan study di perguruan tinggi.

“Saya sudah urus KTP. Ini sangat perlu sekali karena mau ke Luar Papua,” kata Ayu.(Red,TR)

PHP Dev Cloud Hosting

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4 Komentar

  1. Ping-balik: superkaya88
  2. Ping-balik: post
  3. Ping-balik: naakte tieten