Jangan hanya takut saat rasia, harus budayakan tertib lalin

  • Whatsapp
Kendaraan yang terjaring razia – BumiofiNavandu. 

Nabire, Bumiofinavandu – Kapolres Nabire melalui Kasat Lantas, AKP Hendra Krisnawan, SH, SIK, mengatakan masyarakat atau pengendara jangan hanya takut dan patuh saat dilakukan rasia kendaraan bermotor. Tetapi harus tertib manakala menggunakan berkendaraan di jalan demi keselamatan, bila perlu budayakan tertin berlalu lintas. 

“Jangan hanya takut saat rasia, tetapi harus budayakan tertib lalin. Karena ini demi keselamatan kita sendiri, kitalah yang menjaganya, bukan orang lainn,” ujar AKP Hendra di Nabire. Jumat (24/07/2020). 
Menurutnya, Polres Nabire melalui Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas), melakukan Operasi Patuh Matoa 2020 dengan sasaran kendaraan bermotor baki roda dua maupun empat. operasi kali ini, bukan hanya kepada masyarakat, tetapi juga anggota kepolisian dengan melibatkan anggota Propam. Rasia digelar sejak tanggal 23 juli hinggga 5 agustus 2020. 
“Ini sudah hari kedua. Dan sejak kemarin sampai hari ini sudah ada 20 kendaraan yang terjaring rasia,” tuturnya. 
Rasia tersebut, akan difokuskan untuk kelengkapan kendaraan dan pengendara seperti helm dan surat-surat kendaraan, termasuk kenalpot yang tidak standar dan semua jenis kendaraan. Namun dijelaskan AKP Hendra, dalam pelaksanaannya tidak serta merta dilakukan penindakan. Namun, terlebih dulu dilakukan sosialisasi dan himbauan dengan menggunakan pengeras suara. sorenya dilakukan penindakan. 
”Pada dasarnya dilaksanakan selama dua minggu, yang tujuannya untuk menertibkan pengendara di jalan, agar lebih tertib berlalulintas,” jelasnya. 
Selain masyarakat, rasia juga dilakukan terhadap internal anggota Polres. Dan bagi mereka (anggota) yang tidak sesuai aturan serta tidak menunjukkan surat kendaraan bahkan tidak menggunaka helm, akan diberikan tindakan disiplin oleh Propam. 
“Artinya, jangan hanya masyarakat yang ditindak tetapi anggota Polri juga harus patuh terhadap aturan sehingga menjadi contoh dan teladan bagi masyarakat,” ujar AKP Hendra. 
Nabire membutuhkan budaya tertib berlalu lintas yang baik dan benar. Sebab banyak pengendara seenaknya ngebut, kenalpot racing, tidak menggunakan helm bahkan mungking tidak memperdulikan nyawa orang lain. 
“Sebagai masyarakat dan pengendara yang merasa sangat terganggu, kami minta aparat menindak tegas kendaraan dan pengendara yang tidak mentaati aturan lalu lintas,” ujar Kurius B Duriwi, Sekretaris Suku Wate Kampung Oheye secara terpisah.(Red)

Pos terkait

PHP Dev Cloud Hosting

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.