Penjelasan Kepala BPMK tentang BLT Covid-19 Kampung Lokodimi


Nabire, Bumiofinavandu.Id – Warga Kampung Lokodimi, Distrik Menou, Kabupaten Nabire – Papua, belum mendapatkan dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang dialokasikan dari Dana Desa untuk mengatasi dampak pandemi Covid-19.

Hal tersebut menimbulkan pertanyaan warga. mereka (warga) Kampung itu, kemudian mendatangi Kantor Badan Pemberdayaan Masyarakat Kampung (BPMK) pada Rabu (24/06/2020) untuk meminta penjelasan.

Menanggapi kedatangan Masyarakat Kampung Lokodimi, Kepala BPMK, Norbertus Mote, membenarkan jika Kampung itu belum diserahkan  BLT Lantaran tersandung masalah dengan mantan Kepala Kampung (Kakam)nya.

Bacaan Lainnya

“Kampung Lokodimi memang belum diserahkan karena ada masalah yang berhubungan dengan mantan Kakamnya,” ujar Kepala BPMK Nabire, Norbertus Mote usai menerima warga Kampung itu pada Rabu, (24/06/2020).

Norbertus Mote menjelaskan, dari 15 Kampung di Kabupaten Nabire, ada 13 diantaranya sudah disalurkan. sementara terdapat dua Distrik yang belum yakni Distrik Menou dan Distrik Dipa.

Kemudian, khusus untuk Kampung Lokodimi yang berada di Distrik Menou, mengalami kendala atau keterlambatan administrasi. Sebab mantan Kakamnya telah menghilangkan anggaran kampung sebesar Rp 900 juta lebih pada periode Tahun 2018/2019. Dan hingga hari ini dana tersebut belum dapat dipertanggunjawabkan.

“Kepala BPMK sebelumnya belum juga menyelesaikan persoalan sebab terkait dengan laporan pertanggungjawaban Kakam. bahkan hingga saat belum juga ada laporan masyarakatnya kepada pihak berwajib. Dana itu, (yang dibawah lari oleh Kakam) tidak bisa dipertanggungjawabkannya. ini akibatnya akan berpengaruh pada dana berikutnya,” tutur Dia.

BPKM kemudian sedang memproses BLT tersebut setelah ada pergantian kepala Kampung Lokodimi, lalu akan diserahkan untuk masyarakat nantinya.

Sehingga, Norbertus meminta kepada Kakam yang baru agar jangan sampai hal serupa terulang seperti Kakam sebelumnya.

“Mereka datang memang dua hari dan saya ada urusan di luar kantor. Jadi saya minta hal seperti ini jangan sampai terulang lagi. Dan kami sedang memproses BLTnya, jadi dalam waktu dekat akan diserahkan. Ini hanya miss komunikasi,” kata Mote.

Norbertus Mote melanjutkan, total keseluruhan BLT dari 30 persen dana kampung sebesar 31 milyar lebih dengan jumlah yang diterima per kampung bervariasi.

“Dan per KK Rp 600 terhitung april mei dan juni. Lalu juli, agustus dan September tiap kk hanya akan mendapat 300 ribu. Sehingga totalnya per kk kurang lebih 2.700 ribu,” lanjutnya.

Sekretaris Kampung Lokodimi, Yulianus Madai mengatakan aksi masyarakat mendatangi Kantor BPMK untuk mempertanyakan dana BLT covid-19, sebab belum mendapatkan rekomendasi ke Bank untuk pencairan.

“Ini persoalannya dan masyarakat desak ke sini (kantor). Tapi kami sudah mendapat penjelasan dari Kepala Kantor, jadi hanya butuh waktu beberapa hari. kami minta terima kasih kepada BPMK Nabire,” katanya.(Red)

PHP Dev Cloud Hosting

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 Komentar

  1. Ping-balik: youtube niches