Para Dokter Kristen “Pelayan” Khalifah Muslim



Oleh: Prof. Sumanto Al Qurtuby

Jika di Indonesia, sekelompok umat Islam unyu-unyu yang bodong wudele menolak dilayani “dokter Kristen kapir”, para raja Muslim Dinasti Abbasiyah dulu malah menjadikan dokter-dokter Kristen sebagai dokter pribadi mereka bahkan menjadikan mereka sebagai “kepala dokter kerajaan”. 

Para dokter Kristen Assyria (baik Kristen Syriak, Chaldea maupun Aramea) selama beberapa generasi ditunjuk oleh para khalifah Daulah Abbasiyah seperti Abu Ja’far al-Mansur, Abu Muhammad Musa al-Hadi, Harun al-Rasyid, dlsb maupun para wazir (penasehat raja seperti Ja’far al-Barmaki) sebagai dokter pribadi mereka. Bukan hanya sebagai dokter pribadi, banyak dari mereka yang ditunjuk sebagai pegawai elit kerajaan lantaran kedekatan dengan khalifah. 

Assyria adalah sebuah kawasan “geo-kultural” yang wilayahnya membentang di area Irak, Iran, Turki dan Suriah (Syria). Salah satu keluarga / generasi dokter Kristen (dinasti) Assyria yang masyhur itu dikenal dengan nama keluarga Bukhtishu yang merupakan pengikut Kristen Nestoria-Assyria. Seperti umumnya para dokter, keluarga Bukhtishu juga dididik di Akademi Gondishapur yang sangat masyhur. 

Nama-nama dokter dari keluarga Bukhtishu yang sangat melegenda karena perannya dalam menyembuhkan sejumlah penyakit yang diderita oleh para khalifah sekaligus sebagai penjaga kesehatan mereka adalah Jurjis bin Bukhtishu, Bukhtishu II, Jabril, Yuhanna, Ubaidillah, dlsb. 

Jurjis yang juga direktur rumah sakit Gondishapur pernah mendapat upah 10,000 dinar dari Khalifah Abu Ja’far al-Mansur karena berhasil menyembuhkan penyakitnya. Dikabarkan sang khalifah pernah membujuk Jurjis untuk masuk Islam tetapi ia menolak dengan alasan ingin wafat seperti ayahnya yang Kristiani. 

Bukannya marah dengan penolakannya untuk masuk Islam, sang khalifah justru mengirim para pengawal untuk menjaga Dokter Jurjis agar selamat dalam perjalanan pulang (mudik) dari Baghdad ke Gondishapur. Jurjis kemudian mengutus murid andalannya Isa bin Sahl untuk mendampingi sang khalifah. 

Putra Jurjis (dikenal dengan sebutan Bukhtishu II) juga sukses mengobati sakit yang diderita oleh Khalifah Abu Muhammad al-Hadi dan Harun al-Rasyid sehingga diangkat sebagai “kepala dokter kerajaan”, posisi yang ia pegang hingga akhir hayatnya. 

Demikianlah sekelumit kisah para dokter Kristen pelayan dan penjaga kesehatan para raja atau khalifah Dinasti Abbasiyah. Semoga ada manfaatnya.

Jabal Dhahran, Jazirah Arabia

PHP Dev Cloud Hosting

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.